KISAH ERIN GAJAH BERBELALAI BUNTUNG

No comment 1575 views

Kondisi Belalai Erin

ERIN adalah nama bayi gajah sumatera jenis kelamin betina berusia 3 tahun, Pada saat kunjungan kerja bapak Dirjen SKDAE Ir. Wiratno MSc beberapa waktu lalu di TN Waykambas, kehadiran ERIN di Pusat Latihan Gajah / PLG Way kambas cukup mencuri perhatian beliau, Belalai Erin yang berukuran pendek dengan panjang hanya sekitar 50 sampai 70Cm tidaklah seperti Gajah Sumatera Lainnya.  Kita semua tahu Sejatinya Belalai Gajah merupakan bagian yang amat sangat penting bagi hewan bertubuh besar ini.

ERIN di temukan pada tanggal 23 Juni 2016 oleh TIM Elephant Respon Unit (ERU) di perbatasan Rawa Arjo, RPTN Susukan Baru. Saat itu kondisinya sangat memprihatinkan, dengan badan kurus sekitar 250 kg dalam kondisi malnutrisi, dehidrasi, dan belalai buntung. ERIN Di prediksi terjebak perangkap jerat yang di pasang oleh Pelaku Ilegal di dalam kawasan TN Way Kambas. Erin Langsung di rawat Di Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaya di PLG Way kambas. Tim dokter langsung melakukan terapi perawatan luka, terapi cairan, memberi anti radang, terapi asam amino, dan memberikan multivitamin setiap dua hari sekali pada minggu pertama serta berlanjut setiap minggu, Menurut Tim medis di Rumah sakit gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaya perkiraan perencanaan untuk pengobatan Erin berkisar antara 4 sampai 5 bulan. Setelah beberapa hari perawatan intensif di rumah sakit gajah, Erin terlihat jauh lebih baik dan kondisinya berangsur normal tetapi  masih terlihat lemah.

Pada saat ini ERIN telah berusia 4 tahun, dengan berat badan 425 kg, dan sudah lebih terampil memakan rumput yang dicacah dengan belalainya, memakan pisang dengan cara dihisap dengan belalainya, dan memakan pelepah kelapa yang sudah dibersihkan lapisan kulitnya dengan bantuan kakinya, serta sesekali ERIN masih disuap oleh perawatnya. Dari awal  sampai dengan saat ini ERIN mendapatkan bantuan berbagai pihak untuk makanan tambahan pada waktu malam, dan pada pagi sampai dengan sore diangon oleh perawatnya. ERIN telah dirawat oleh mahout Pusat Latihan Gajah, Balai Taman Nasional Way Kambas yang bernama Sukowiyono. Kita optimis ERIN akan dapat bertahan hidup dan menjadi ikon untuk melindungi Gajah Sumatera.

Ditulis oleh : Elisabeth Devi Krismurniati. S. Si. ME, Jabatan PEH Muda Tugas Tambahan Sebagai Koordinator PKG.

 

author
BALAI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS Jln. Raya Labuhan Ratu, Kecamatan Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Propinsi LAMPUNG Telp/Fax :(0725) 764 6010
No Response

Leave a reply "KISAH ERIN GAJAH BERBELALAI BUNTUNG"