MITOS CULA BADAK

No comment 358 views

CULA BADAK

Ada banyak faktor yang sangat berpengaruh terhadap menurun nya populasi badak sumatera, salah satu nya untuk pengobatan, atau juga mungkin hanya untuk kolektor-kolektor yang ingin memamerkan kekayaan nya dengan memiliki cula badak. Seperti kita ketahui tentang mitos pengobatan yang menggunakan cula badak, baik Cula Badak Sumatera, Badak Jawa, Badak India, atau Badak Afrika.

Cula Badak

Pada jaman dahulu mungkin sekitar 100-200 tahun yang lalu, pengobatan tradisional dari Negeri sebrang sudah sangat terkenal, dan salah satu nya pengobatan dengan menggunakan cula badak. Menurut mereka cula badak ini sangat berkhasiat untuk bisa menghilangkan racun dari dalam tubuh, bisa menambah gairah seksual, dan masih banyak lagi.

Tahukah kalian zat atau serat apa yang terkandung di dalam cula badak? Cula badak merupakan pengembangan jaringan (differnsiasi) epidermis berupa pembentukan keratin kompak pada bagian anterior badak. Keratin adalah suatu serabut protein yang dihasilkan oleh folikel keratin, yang jenisnya sama dengan protein pembentuk rambut dan kuku pada manusia.

Faktanya cula badak tidak memiliki kandungan senyawa yang mampu menambah gairah seksual pria. Cula badak hanya berupa keratin yang tersusun rapat dan padat sehingga memiliki struktur yang kuat dan keras. Keratin sendiri tidak mampu membuat pria dewasa semakin perkasa dan berstamina seksual yang luar biasa. Jika keratin digunakan sebagai senyawa pendukung dalam pembuatan obat kuat, peracik bisa menggunakan rambut atau kuku manusia yang memiliki kandungan keratin yang sama. Pada pembuatan obat kuat dengan cula badak tersebut, rebusan cula badak ditambah dengan bahan yang sebenarnya adalah bahan penting dalam pembuatan obat kuat, seperti pasak bumi, alkohol, temulawak akar gingseng, dan pahitan. Jadi cula badak pada pembuatan obat kuat tersebut hanya akan memberika efek sugesti dan perubahan rasa di jamu tersebut.

Sebenarnya keratin dapat dihasilkan (diternakan) tanpa harus melalui mahluk hidup. Kita dapat mensistesis keratin dengan cara mengkultur folikel pembentuk keratin pada rambut. Namun di laboratorium, keratin hanya bisa dilakukan pada skala kecil, karena masih belum diketahui media yang baik dalam pengkulturannya. Hal yang bisa kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan keratin adalah memanen keratin di salon rambut terdekat. Kita dapat mengolah rambut itu menjadi sekeras cula adalah dengan melelehkan semua rambut itu pada suhu tinggi dan mengkompres pada suhu rendah. Maka kita akan menghasilkan tiruan cula dengan kandungan keratin yang sama.

Penulis: Dedy Chandra

author
No Response

Leave a reply "MITOS CULA BADAK"