SPTN III KUALA PENET

No comment 309 views

Wilayah RPTN Kuala Penet merupakan bagian dari SPTN Wilayah III Kuala Penet yang mempunyai kantor resort di desa Margasari, kecamatan Labuhan Maringgai. RPTN Kuala Penet terletak di ujung selatan kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas dengan luas wilayah  7.174,46 Ha.

Akses menuju lokasi RPTN Kuala Penet cukup mudah dengan adanya beberapa jalan utama yang menghubungkannya dengan Jalan Lintas Timur Sumatera. Dengan perjalanan darat, lokasi ini dapat ditempuh selama satu jam dari kantor balai TNWK atau 1,5 jam dari ibukota kabupaten Lampung Timur di Sukadana. Melalui jalur laut, RPTN Kuala Penet dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan dari pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Di daerah penyangga RPTN Kuala Penet terdapat beragam fasilitas publik yang berhubungan dengan mata pencaharian masyarakatnya. Di sepanjang sungai Kuala Penet sebelah luar kawasan, sampai radius satu kilometer dari bibir pantai berjajar ratusan perahu nelayan dari berbagai ukuran yang bersandar. Terdapat pula beberapa buah dermaga, Tempat Pelelangan Ikan, pos Polairud dan Dinas Perhubungan. Sedangkan di sisi sungai Kuala Penet bagian dalam terdapat tegakan mangrove yang banyak “ditongkrongi” oleh aneka spesies monyet. Tentu menjadi sebuah pemandangan yang menarik, bukan?

Pantai di lokasi ini merupakan tempat yang disukai masyarakat untuk sekedar menghabiskan waktu menikmati panorama sore hari. Dengan perpaduan hamparan pasir, tumbuhan mangrove dan dermaga serta bangunan pencegah abrasi dari batu yang memanjang jauh ke arah laut Jawa, menjadikannya ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar.

Jauh ke  hulu sungai Kuala Penet, terdapat sebuah dermaga di desa wisata Braja Harjosari. Dari sana pengunjung bias menikmati pemandangan sepanjang sungai dengan melakukan susur sungai menuju dermaga di bagian hilir sungai Kuala Penet menggunakan perahu nelayan yang telah disiapkan.

Ada enam desa penyangga di wilayah RPTN Kuala Penet ini, yaitu desa Braja Harjosari, Braja Kencana, Braja Luhur, Karang Anyar, Sukorahayu dan Margasari. Warga masyarakatnya kebanyakan suku Jawa, Bugis, Bali dan Sunda. Mayoritas beragama Islam. Mata pencaharian utama warga masyarakat di wilayah ini adalah di bidang pertanian dan perikanan.

Terdapat lahan pertanian dan perkebunan yang luas di desa Braja Harjosari, Braja Luhur, Braja Kencana dan Karang Anyar. Hasil bumi berupa padi, jagung, kelapa, serta sawit banyak dihasilkan dari sini.

Sedangkan di desa Sukorahayu dan Margasari, masyarakatnya banyak menggantungkan hidup dari hasil melaut dan budidaya perikanan. Beragam hasil laut dan makanan olahannya banyak diambil dari daerah ini. Pemasarannya pun sudah mencapai seantero provinsi Lampung. Bahkan desa Sukorahayu adalah salah satu desa maritime yang ditunjuk oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dalam upaya pemberdayaan masyarakat penyangga sekitar kawasan, TN Way Kambas menetapkan dua desa binaan. Salah satunya adalah desa Braja Harjosari yang ada di RPTN Kuala Penet. Selama lima tahun (2016 s/d 2020) desa ini akan didampingi dan di bina oleh petugas penyuluh kehutanan dari TN Way Kambas.

Desa Braja Harjosari masuk dalam wilayah Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur. Desa ini dapat diakses melalui jalan darat, 1 Km dari ibukota kecamatan (± 5 menit perjalanan) dan 36 Km dari ibukota kabupaten (± 1 jam perjalanan).

Jenis pekerjaan masyarakat mayoritas adalah petani, kemudian buruh, pedagang, PNS dan swasta. Peruntukan lahan pertanian paling banyak digunakan untuk menanam padi sawah, kemudian jagung, karet, sawit dan singkong. Adapun ternak yang paling banyak dipelihara warga adalah ayam, kemudian, sapi, babi, kambing, itik dan kerbau.

Terdapat beberapa potensi di desa Braja Harjosari, yaitu :

  • Sumber daya alam

Terdapat banyak lahan kosong, sungai, rawa, sawah, perkebunan dan kolam yang hingga saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal

  • Sumber daya manusia

Terdapat kader pertanian, kader kesehatan, serta tersedianya SDM yang memadai dilihat dari tingkat pendidikan masyarakat desa

  • Sumber daya sosial

Terdapat kelembagaan yang sudah berdiri, antara lain LPM, Gapoktan, Kelompok Pengajian, arisan, Kelompok simpan pinjam, Posyandu, Karang Taruna, Risma, dan lain-lain

  • Sumber daya ekonomi

Terdapat banyak lahan pertanian, perkebunan, maupun peralatan kerja. Juga terdapat beberapa peternakan, perikanan, pertukangan, dll.

  • Potensi wisata

Terdapat beberapa titik lokasi yang potensial untuk dijadikan tujuan wisata alam, wisata pendidikan serta wisata budaya.

 

Pemberdayaan masyarakat yang sudah berjalan antara lain diadakannya pelatihan-pelatihan pertanian alami dan juga pelatihan bertemakan wisata, yang dilaksanakan oleh TN Way Kambas bersama mitra dan kalangan akademik (Universitas Negeri Lampung). Selain itu telah dilakukan promosi wisata budaya desa Braja Harjosari. Untuk selanjutnya masih perlu dilakukan penggalian potensi, pembangunan SDM yang berkualitas, pemanfaatan SDA yang melimpah, pembentukan dan pendampingan kelompok, penguatan kelembagaan, menumbuhkan kemandirian kelompok, serta upaya produksi-promosi dan pemasaran produk local desa Braja Harjosari. Tak kalah penting adalah penyadartahuan masyarakat mengenai upaya-upaya konservasi. Pemerintah daerah Lampung Timur juga banyak berperan dengan menetapkan desa Braja Harjosari sebagai desa wisata dan melengkapinya dengan beragam pembangunan di bidang wisata seperti pembangunan infrastruktur jalan, lokasi trek motor trail, banyak gazebo dan panggung hiburan yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan berbagai event wisata dan budaya. Tentunya ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran akan pelestarian hutan dan lingkungan.

author
No Response

Leave a reply "SPTN III KUALA PENET"